Rangkuman bahasa Indonesia Bab VII Menilai Karya Melalui Resensi

Nama: Devi Laurensari
Kelas: XI Ak
Tugas Bahasa Indonesia

Rangkuman Bab VII
Menilai Karya Melalui Resensi


A. Membandingkan Isi Berbagai Resensi Untuk Menemukan Sistematika Sebuah Resensi
Resensi adalah Ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku,film atau karya lain. Tugas penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak.
Sistematuika yang terdapat dalam resensi antara lain sebagai berikut:
1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang,tujuan pengarang,buku dan lain-lain)
4. Inti/isi resensi
5. Keunggulan buku
6. Kekurangan buku
7. Penutup

B.   Menyusun Resensi dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi
Berdasarkan objek karyanya,resensi terdiri atas bermacam-macam seperti: Resensi untuk novel, da nada pula yang berupa kumpulan cerpen.
Berdasarkan ojek tanggapannya ada pula yang berupa film,drama,lagu,buku ilmu pengetahuan,lukisan,dan karya lainnya.
Pada resensi novel atau cerpen informasi yang kita dapat misalnya mengenai penokohan,alur,latar dan hal-hal lainnya yang terdapat daqlam buku-buku cerita itu.
Resensi tentang buku popular informasi yang kita dapatkan dapat berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan kita tentang topic yang dibahas oleh buku itu.

C. Menganalisis Kebahasaaan Resensi dalam Dua Karya Yang Berbeda
Teks Resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan sebagai berikut:
1. Banyak menggunakan konjungsi penerang seperti bahwa,yakni,yaitu.
2. Banyak menggunakan konjungsi temporal: Sejak,semenjak,kemudian,akhirnya.
3. Banyak menggunakan konjungsi penyebaban: Karena,sebab
4. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai dengan kata: Jangan,harus,hendaknya.
Pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan berkaitan dengan penulisan unsur serapan itu. Secara umum peraturan-peraturan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Satu bunyi dilambangkan dengan satu huruf, terkecuali untuk bunyi ng,ny,sy,kh yang diwakili oleh dua huruf. Contoh:kromosom bukan khromosom, foto bukan Photo,retorika bukan rhetorika dan tema bukan thema.
2. Penulisan kata serapan harus sesuai dengan cara pengucapan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Misalnya: cek bukan check, tim bukan team,taksi bukan taxi dan aki bukan accu.
3. Penulisan kata serapan diusahakan untuk tidak jauh berbeda dengan kata aslinya. Contoh: aerob (Inggris:aerobe) bukan erob, hidraulik (Inggris:hydraulic) bukan hidrolik, sistem (Inggris: System) bukan sistim,frekuensi (Inggris: frequency) bukan frekwensi.
Resensi buku merupakan umpan balik bagi penulis buku untuk menyempurnakan isi buku tersebut pada edisi terbitan berikutnya.
Tujuan meresensi buku hendaknya menjadi acuan bagi penulis resensi dalam mengembangkan resensi yang disusunnya dan juga sebagai salah satu kriteria bagi media yang akan memublikasikannya.
D. Mengonstruksi Sebuah Resensi dari Buku Kumpulan cerita atau Novel yang dibaca

Struktur penyajian resensi novel:
a. Identitas novel,yang meliputi judul,nama penulis,penerbit,tahun terbit,dan tebal novel.
b. Menyajikan ikhtisar atau hal-hal menarik dari novel.
c. Memberikan penilaian,yang meliputi kelebihan dan kelemahannya. Penilaian tersebut sebaiknya meliputi unsur-unsur novel itu secara lengkap,yakni tema,alur,penokohan,latar,gaya bahasa,amanat dan kepengarangan.
d. Menyimpulkan resensi yang disajikan.


E. Mendiskusikan Hal-hal Menarik dalam Buku Kumpulan Cerita
Evaluasi terhadap karya sastra semacam novel lazim disebut dengan resensi, yakni ulasan terhadap kualitas suatu novel. Resensi ditulis untuk menarik minat baca khalayak untuk membaca novel yang diulas. Unsur persuasif sering ditonjolkan dalam resensi. Dengan adanya resensi, pada khalayak timbul keinginan untuk membaca novel itu dan turut mengapresiasinya. Dengan demikian, resensi juga berfungsi sebagai pengantar dan pemandu bagi pembaca dalam menikmati novel tersebut.


Persyaratan menulis resensi:
1. Penulis harus memiliki pengetahuan di bidangnya. Artinya, jika
seorang penulis akan meresensi sebuah novel, maka ia harus memiliki pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya.
2. Penulis harus memiliki kemampuan menganalisis. Sebuah buku novel terdiri atas unsur internal dan eksternal atau yang lebih dikenal dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seorang penulis harus mampu menggali unsur-unsur tersebut.
3. Seorang penulis juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding. Artinya, penulis akan membandingkan sebuah karya lain yang sejenis. Dengan demikian, ia akan mampu menemukan kelemahan dan keunggulan sebuah karya.

Sumber:
https://drive.google.com/file/d/13AIpIOUMI62K4GC7wf8MUq6xuvwQFtq6/view

Komentar